Modul 2 — Kecakapan Kerja Dasar, K3, dan Budaya Kerja

2.1 K3 dan Budaya Kerja Profesional

Prinsip dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan TI, ergonomi kerja komputer, prosedur darurat kebakaran listrik, serta pilar budaya kerja profesional (5R, etika lisensi, kolaborasi).

Progres disimpan di browser ini saja.

A. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Lingkungan TI

K3 adalah instrumen perlindungan pekerja dan aset dari bahaya kecelakaan serta penyakit akibat kerja (diatur dalam UU No. 1 Tahun 1970). Di laboratorium komputer atau studio pengembangan perangkat lunak, terdapat potensi bahaya khusus:

Kategori BahayaPenyebab & RisikoTindakan Pencegahan Prosedural
Bahaya ListrikKabel daya terkelupas, colokan over-capacity (beban berlebih), sengatan arus listrik.Jangan gunakan kabel cacat, matikan saklar sebelum pemeriksaan, laporkan ke teknisi berwenang.
Bahaya KebakaranHubungan pendek arus listrik (korsleting) atau suhu berlebih (overheating) pada PSU/server.Sediakan APAR kelas C (CO2/Dry Powder), dilarang menyiram api listrik dengan air.
Bahaya ErgonomiPosisi duduk bungkuk, posisi monitor terlalu tinggi/rendah, kursi tidak ergonomis.Postur duduk tegak, siku dan lutut sudut 90°, pandangan mata sejajar tepi atas monitor (50-70 cm).
Kesehatan MataMenatap monitor non-stop memicu Computer Vision Syndrome (mata lelah, kering, pusing).Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki (±6 meter) selama 20 detik.
Bahaya Fisik / LingkunganKabel jaringan/listrik berserakan di lorong lantai lab yang memicu orang tersandung.Gunakan cable duct/protector, rapikan instalasi kabel di bawah meja kerja.

B. Rambu-Rambu K3 Standar

Warna RambuMakna / ArtiContoh Simbol
MerahLarangan (Tindakan Dilarang) atau Lokasi Pemadam ApiTanda dilarang merokok, posisi tabung APAR
KuningPeringatan / Hati-hati (Waspada Bahaya)Tanda bahaya tegangan listrik tinggi, lantai licin
BiruKewajiban / Perintah Wajib DipatuhiWajib memakai ID card, wajib mematikan komputer setelah selesai
HijauKondisi Aman / Jalur Evakuasi / Bantuan MedisTanda pintu keluar darurat, kotak P3K

C. Karakteristik Budaya Kerja Profesional Pengembang

Budaya kerja adalah kesatuan nilai, etika, dan kebiasaan positif yang dijalankan para praktisi perangkat lunak:

  • Kolaborasi & Komunikasi Terbuka: Aktif membagikan progres harian, segera mengomunikasikan hambatan (blocker), dan tidak bekerja terisolasi (silo).
  • Disiplin & Ketepatan Waktu: Menghargai estimasi sprint dan menyelesaikan komitmen tugas sesuai tenggat (deadline).
  • Tanggung Jawab & Integritas: Berani mengakui kesalahan kode (bug) secara jujur dan transparan tanpa saling menyalahkan.
  • Etika Profesi & Hak Cipta: Menghormati ketentuan lisensi pustaka terbuka (open-source), mematuhi perjanjian kerahasiaan data (NDA - Non-Disclosure Agreement), dan menjauhi pembajakan software.
  • Budaya 5R (Jepang: 5S): Ringkas (Sortir barang tak perlu), Rapi (Tata teratur pada tempatnya), Resik (Bersihkan meja & perangkat), Rawat (Pertahankan kondisi prima), Rajin (Biasakan disiplin diri).
  • Praktik Kolaborasi Tim Modern: Menggunakan Version Control System (Git) untuk kolaborasi kode, peer code review, dan manajemen tugas transparan via papan Kanban.

Latihan Soal

Pilih jawaban, tekan Check, lalu baca pembahasannya.

Benar 0 / 3

Soal 1mudah

Saat sedang melakukan praktikum di laboratorium komputer, seorang murid melihat salah satu kabel catu daya komputer terkelupas hingga kawat tembaganya terlihat. Tindakan yang paling tepat dan sesuai prosedur K3 adalah ...

Soal 2sedang

Pada rambu-rambu keselamatan kerja (K3) di lingkungan industri, warna latar biru dengan simbol putih memiliki arti fungsional sebagai tanda ...

Soal 3sedang

Dalam suatu tim pengembang gim, setiap programmer bekerja secara mandiri tanpa pernah membagikan perkembangan pekerjaannya. Menjelang batas akhir proyek, kode yang dibuat ternyata saling tumpang tindih dan memicu puluhan konflik sistemik. Nilai budaya kerja profesional utama yang belum diterapkan oleh tim tersebut adalah ...