A. Jenis-Jenis Bilangan
Semua bilangan yang kamu pakai sehari-hari -- dari 7, -3, 2/5, 0,75, sampai √2 dan π -- tinggal di satu rumah besar bernama bilangan real. Di dalam rumah itu ada kamar-kamar yang saling bersarang seperti ini:
Artinya setiap bilangan asli otomatis juga bilangan cacah, bulat, rasional, sekaligus real. Sebaliknya tidak berlaku.
1. Keluarga Bilangan Real
Setiap jenis bilangan punya ciri yang tegas. Hafalkan definisinya, bukan contohnya -- soal TKA suka memakai bilangan yang menyamar.
| Bilangan | Lambang | Anggota | Ciri |
|---|---|---|---|
| Asli | 1, 2, 3, 4, ... | Bilangan untuk membilang. Mulai dari 1, bukan 0. | |
| Cacah | - | 0, 1, 2, 3, ... | Bilangan asli ditambah angka 0. |
| Bulat | ..., -2, -1, 0, 1, 2, ... | Bilangan cacah ditambah lawan negatifnya. | |
| Rasional | dengan bulat dan | Bisa ditulis sebagai pembagian dua bilangan bulat. | |
| Irasional | - | , , , | Tidak bisa ditulis sebagai . Desimalnya tak pernah berhenti dan tak pernah berulang. |
| Real | semua di atas | Gabungan seluruh bilangan rasional dan irasional. |
2. Genap, Ganjil, Prima, dan Komposit
Empat istilah ini hanya berlaku untuk bilangan asli (dan bulat, untuk genap-ganjil). Soal TKA sangat bergantung pada ketelitian di bagian ini.
| Label | Definisi | Bentuk umum | Contoh |
|---|---|---|---|
| Genap | Habis dibagi 2 | 2, 4, 6, 8, ... (0 juga genap) | |
| Ganjil | Tidak habis dibagi 2 | 1, 3, 5, 7, ... | |
| Prima | Punya tepat dua faktor, yaitu 1 dan dirinya sendiri | - | 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, ... |
| Komposit | Punya lebih dari dua faktor (bukan prima) | - | 4, 6, 8, 9, 10, 12, ... |
Faktor prima suatu bilangan adalah faktor-faktornya yang merupakan bilangan prima. Contoh: faktor dari 30 adalah 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, 30, maka faktor primanya 2, 3, 5.
Contoh 1
Dari bilangan 1, 2, 9, 17, 21, 29, 51, tentukan mana yang merupakan bilangan prima.
- 1 faktornya {1}. Hanya satu bukan prima.
- 2 faktornya {1, 2} prima.
- 9 faktornya {1, 3, 9} komposit.
- 17 faktornya {1, 17} prima.
- 21 = 3 × 7 komposit.
- 29 tidak habis dibagi 2, 3, 5 (cukup dicek sampai ) prima.
- 51 = 3 × 17 komposit. (Sering dikira prima!)
B. Himpunan Bilangan dan Operasinya
1. Notasi Pembentuk Himpunan
Soal TKA jarang menuliskan anggota himpunan secara langsung. Biasanya himpunannya diberikan dalam bentuk "resep" seperti ini:
Dibaca: " adalah himpunan semua di mana memenuhi syarat". Tanda boleh juga ditulis titik dua (:).
Contoh 2
Daftarkan anggota dari himpunan berikut:
Solusi
- : asli, mulai 1, sampai 8 ikut (tanda ). Maka .
- : bulat, lebih dari -2 (jadi -2 tidak ikut) sampai 3 ikut. Maka .
- : cacah dan genap, tidak ada batas atas sehingga sampai tak hingga. Maka -- 0 termasuk genap dan termasuk cacah.
2. Gabungan, Irisan, dan Selisih
Setelah anggotanya terdaftar, barulah himpunan itu dioperasikan. Ada tiga operasi dasar yang harus kamu kuasai:
| Operasi | Lambang | Artinya |
|---|---|---|
| Gabungan | Semua anggota ATAU . Disatukan, anggota kembar cukup ditulis sekali. | |
| Irisan | Anggota yang ada di DAN sekaligus. | |
| Selisih | Anggota yang bukan anggota . |
Contoh 3
Diberikan tiga himpunan bilangan berikut:
Tentukan hasil dari .
Solusi
- Kerjakan kurung dulu . Cari yang ada di dan di sekaligus. memang jalan terus sampai tak hingga, tetapi berhenti di 8 sehingga yang lolos hanya ganjil yang tidak lebih dari 8: .
- Gabungkan dengan . Satukan {1, 3, 5, 7} dengan {2, 3, 5}, yang kembar ditulis sekali: .
C. Konversi Bentuk Bilangan
1. Pecahan, Desimal, dan Persen
Satu bilangan yang sama bisa memakai tiga "baju" berbeda. , , dan itu bilangan yang persis sama. Kemampuan mengganti bajunya dengan cepat adalah senjata utama saat mengerjakan operasi campuran.
- Pecahan Desimal: lakukan pembagian panjang (bersusun). Contoh .
- Desimal Pecahan: ubah ke per 10, 100, 1000, dst. sesuai banyaknya angka di belakang koma. Contoh .
- Ke Persen: tinggal kalikan dengan .
- Dari Persen: tinggal bagi dengan 100 (tulis per 100), lalu sederhanakan.
| Pecahan | Desimal | Persen |
|---|---|---|
| 0,5 | 50% | |
| 0,25 | 25% | |
| 0,75 | 75% | |
| 0,2 | 20% | |
| 0,4 | 40% | |
| 0,6 | 60% | |
| 0,8 | 80% | |
| 0,1 | 10% | |
| 0,3 | 30% | |
| 0,7 | 70% | |
| 0,9 | 90% | |
| 0,125 | 12,5% | |
| 0,375 | 37,5% | |
| 0,625 | 62,5% | |
| 0,875 | 87,5% | |
Contoh 4
Lengkapi tabel konversi berikut.
| Pecahan | Desimal | Persen |
|---|---|---|
| ... | ... | |
| ... | 0,125 | ... |
| ... | ... | 24% |
Solusi
- Baris 1: , lalu .
- Baris 2: , lalu .
- Baris 3: .
D. Operasi Hitung Campuran
1. Urutan Operasi Hitung
Kalau dalam satu baris ada beberapa operasi sekaligus, hasilnya hanya benar bila urutan pengerjaannya benar.
- Kurung -- selesaikan yang di dalam kurung lebih dahulu.
- Pangkat (dan akar).
- Kali dan Bagi -- sederajat; kerjakan dari kiri ke kanan.
- Tambah dan Kurang -- sederajat; kerjakan dari kiri ke kanan.
Contoh 5
Hitunglah .
Solusi
25 - 12 × (7 - 3) = 25 - 12 × 4 (kurung dulu)
= 25 - 48
= -23Contoh 6
Hitunglah .
Solusi
Bilangannya campur pecahan, desimal, dan persen. Samakan dulu "bajunya" jadi desimal semua: , , dan . Baru dikerjakan menurut urutan operasi.
3/4 + 0,5 × 40% - 1/5 = 0,75 + 0,5 × 0,4 - 0,2 (samakan bentuk)
= 0,75 + 0,2 - 0,2 (kali dulu)
= 0,75 = 3/4